Dari Kamp ke Kamp eBook » Dari Kamp PDF/EPUB or

Dari Kamp ke Kamp eBook » Dari Kamp PDF/EPUB or

Dari Kamp ke Kamp [KINDLE] ❁ Dari Kamp ke Kamp By Mia Bustam – Centrumpowypadkowe.co.uk Buku yang berisi pengalaman Mia Bustam istri pelukis terkenal S Soedjojono Sebagai salah satu seniman yang tergabung dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat Lekra organisasi kesenian yang sering dikait katika Buku yang berisi pengalaman Mia Bustam istri pelukis terkenal S Soedjojono Sebagai salah satu seniman yang tergabung dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat Lekra organisasi kesenian yang sering dikait katikan dengan PKI Dari Kamp PDF/EPUB or Mia harus menghabiskan sebagian besar hidupnya di sejumlah penjara selama pemerintahan Orde Baru.


6 thoughts on “Dari Kamp ke Kamp

  1. lita lita says:

    RIP Mia Bustam 2 Januari 2011Oleh FX Rudy GunawanTidak ada air mata ketika Mia Bustam diangkut tentara karena berkegiatan di Lembaga Kesenian Rakyat Tak ada peluk dan cium untuk anak anaknyaWis ya Cah Saya cuma bilang begitu Karena kalau saya cium mereka saya pasti nangis dan saya tidak mau Menangis itu menandakan kelemahan Dan itu tidak perlu diperlihatkan pada orang jelek Orang jahat”Mia Bustam berkeras pantang menunjukkan lemah dan takut di depan para tentara yang menggelandangnya ke penjara Tiga belas tahun berpindah pindah tempat penahanan dari Benteng Vredeburg Penjara Wirogunan sampai Plantungan dan Bulu Mia Bustam tatak menanggung penyiksaanSaya tak pernah menyangka perempuan ayu ini berhati singaKetika menerima kami dua tahun lalu di rumahnya di Cinere Mia Bustam berbebat kain dan berkebaya ungu Anggun Di bawah lukisan dirinya ketika berusia 31 tahun Mia Bustam bercerita runut soal jalan hidupnyaRunut dan detail Beberapa orang yang pernah mengenal Mia Bustam mengakui mantan anggota pleno Lekra ini memiliki ingatan tajamMenurut anaknya Sri Nasti Rukmawati sang ibu melawan pikun dengan cara menulis Menulis seluruh kisah hidupnya dan keluarga melalui buku Soedjojono dan Aku serta Dari Kamp ke KampPada 2 Januari 2011 Mia Bustam tutup usia Meninggalkan 8 anak 20 cucu dan 11 cicit Istri Sudjojono almarhum bapak seni rupa Indonesia ini berpulang di usia 91 tahunSatu hari sebelum meninggal Mia Bustam menyampaikan keinginannya untuk menambah satu bab tentang Soeharto pada naskah buku yang baru selesai digarapnya Buku lanjutan kisah hidupnya yang sekali lagi menceritakan soal kekejaman rezim Orde Baru terhadap lawan politiknya“Aku masih ingin nambah satu bab tentang Soeharto di buku yang baru selesai kutulis” ujarnya lirih nyaris tak terdengarDia kesulitan berbicara karena lendir di paru parunya Bicara dua menit suaranya kembali hilang Tangannya terlalu gemetar untuk memegang pena Tak ada yang bisa dilakukannya selain berbaring di ruang tamu Nasti anak keduanyaRuang tamu itu diubah menjadi kamar perawatan Ketika masih sehat Mia Bustam tinggal di rumah sederhana berpagar tanaman dan bunga tak jauh dari rumah anak keduanya ituUntung naskah terakhirnya sudah selesai ditulis meski masih ingin menambah satu bab tentang Soeharto Mungkin tak terlalu penting Orang sudah banyak tahu tentang sepak terjang penguasa Orde Baru ituKarya lainnya yang selesai ditulis Mia Bustam sebelum kematian menjemput adalah sebuah terjemahan buku berbahasa Belanda tentang minyak dunia dan situasi politik yang masih sangat relevanSelamat jalan Bu Mia


  2. Gianni Reiza Maulania Gianni Reiza Maulania says:

    Mia Bustam seorang pelukis pengurus organisasi Seniman Indonesia Muda SIM diciduk paska Peristiwa 30 September 1965 Ia ditahan bersama ratusan wanita lain yang seperti juga dirinya tidak mengetahui apa kesalahan mereka ⁣⁣Bu Mia dengan cukup terperinci menceritakan pengalamannya berpindah pindah dari tahanan ke kamp Fort Vredeburg ke LP Wirogunan hingga ke kamp rehabilitasi Plantungan yang terletak di lereng Gunung Dieng Di kamp kamp ini ia menyaksikan para serdadu dan interogator yang tampaknya sama sekali sudah kehilangan kemanusiaannya namun tak jarang di antara mereka pun ada yang masih berbelas kasih Bu Mia juga bercerita tentang wanita wanita tua buta huruf yang entah kenapa ikut terciduk begitu pula dengan gadis gadis remaja belasan tahun Di dalam tahanan mereka juga ikut mengasuh bayi dan anak anak yang terpaksa dibawa oleh ibu mereka atau memang lahir di dalam tahanan Beberapa tokoh dan cerita mereka juga baru saja kubaca beberapa hari lalu dalam buku Kembang kembang Genjer⁣⁣Aku menikmati buku ini Serius Di beberapa bagian Bu Mia tidak hanya bercerita tentang pahitnya hidup di dalam tahanan selama 13 tahun namun juga bagaimana para tahanan itu mencoba untuk bertahan hidup; membuat ‘dapur darurat’ menyibukkan diri dengan membuat kerajinan tangan bahkan mengadakan pertunjukan ketoprak Mungkin karena dituturkan dengan gaya yang santai bahkan jenaka walau kegetiran beliau terbaca jelas setiap kali ia mengritik penguasa yang keji dan semena mena⁣⁣Namun demikian bukan berarti kita bisa mengecilkan kesengsaraan para tahanan ini Bu Mia hanya segelintir orang yang ‘cukup beruntung’ Ratusan tahanan mengalami siksaan sakit kelaparan dan terpisah dari keluarga mereka Belum lagi tak terhitung angka pastinya yang ditembak mati atau menghilang tanpa jejak Memoar yang sangat personal dan menyentuh ini menambah pengetahuanku akan sisi lain dari sejarah yang selama ini kudapat dari pelajaran di sekolah⁣


  3. Jimmy Navy Jimmy Navy says:

    Kisah seorang ibu yang menjadi korban sebagai tahanan politik peristiwa G30SPKI Dia dipisahkan dari keluarganya dari anak anaknya dan harus hidup berpindah pindah dari kamp ke kamp selama belasan tahun Sejumlah kisah yang dialami oleh Ibu Mia dituangkan dalam buku ini membuat kita bisa merasakan kehidupan yang kadang terasa sangat tidak adil karena kekuasaan yang tidak berpihak kepada rakyatDari Kamp ke Kamp Catatan Seorang Perempuan ditulis oleh Mia Bustam yang mengalami sendiri ketidakadilan ituKetika Mia bertemu dengan salah seorang anaknya yang kembali dari perjalanannya yang sangat panjang dan berakhir di Pulau Buru dia berikan sebuah senyum hangat Tidak ada peluk cium tidak ada isak dan tangis Ia jabat tangan anaknya itu layaknya dua orang kawan yang sudah lama tidak bertemu Ia berkata dengan mantap C'est la vieYa benar Bu Inilah hidupBuku ini akan dibahas dalamSiaran radio online wwwvhrmediacomProgram Buku KitaBersama Lita Soerjadinata dan Jimmy SimanungkalitEdisi Senin 28 Juli 2008 Pukul 1 2 SiangSilahkan berinteraksi dengan kami di Yahoo Messenger dan email dengan ID bukukitavhrmediayahoocomSee you then ;


  4. miaaa miaaa says:

    di luar masalah teknisnya buku ini sebenarnya buku luar biasa apa yang sebenarnya terjadi di tahun 1965? siapa orang orang yang diciduk dan dimasukkan ke penjara dengan alasan melindungi mereka dari amarah rakyat? ini sebuah jurnal pribadi sesederhana itu dari seorang perempuan yang mencintai seni dan anak anaknya lebih dari apapun yang berhasil bertahan hidup dari penjara ke penjara yang tetap menegakkan kepalanya mempertahankan harga dirinya walau para kacung penguasa baru berupaya sebaliknyait is an amazing book albeit the technical issues ie layout etc what was occured during 1965 event? who were those men and women abducted and taken to prisons excluded all judicial processes?this is a personal journal as simple as that of a woman who love her children and arts than anything she was able to survive from camp to camp she held her head up high in pride albeit the new regime officers tent to do the opposite


  5. Puri Kencana Putri Puri Kencana Putri says:

    Dari Kamp ke Kamp 2008 adalah memoir Mia Bustam istri pertama maestro pelukis Sudjojono beberapa karyanya masih bisa dinikmati di koleksi tetap Galeri Nasional Laiknya memoir buku ini adalah koleksi jurnal perjalanan hidup Ibu Mia sebelum ia menjadi tahanan politik pasca peristiwa 1965 1966 Banyak bagian dari buku ini yang terasa sentimentil apalagi seting kisah banyak terjadi di Jogja lapas Wirogunan dan beberapa sudut kota ketika operasi keamanan digunakan untuk membredel kebebasan sipil hampir enam dekade silam Menangislah agar hatimu menjadi lega Tidak Romo saya tidak ingin menangis Tidak kah engkau merindukan anak anakmu? Tentu saja saya merindukan anak anak saya Romo saya bahkan tidak tahu di mana mereka berada Tapi saya kira menangis karena itu tidak ada gunanya Tidakkah engkau menyesal menjadi anggota PKI? Saya tidak pernah menjadi anggota PKI Romo Saya pun tidak menyesal karena tidak pernah melakukan hal hal yang patut disesali Jadi kau tidak merasa bersalah? Tidak Romo karena saya memang tidak bersalah Romo de Blot hal 124 Nampaknya bagi Ibu Mia kenang kenangan yang kasat mata bisa hilang atau rusak namun kenangan yang ia simpan dalam hati akan tetap ada sampai akhir hayatnya


  6. Akhmatova Akhmatova says:

    lebih lengkapnya tahun yang lalu Mia Bustam ditangkap di kediamannya tanpa diberi kesempatan untuk memastikan keselamatan anak anaknya Dia diangkut truk untuk dibawa entah kemana Tepatnya tanggal 23 November 1965 2 bulan setelah para Jenderal digulingkan oleh PKI Dia hanya sempat berucap “Wis ya cah” Karena dia tahu begitu tercium kening anaknya air matanya takkan mungkin tak bergulirDimulailah Mia dalam perjalanannya dari Kamp ke Kamp dilontarkan seperti buntalan gombal tanpa kejelasan Mia Bustam melewati 13 tahun penjara tanpa pengadilan Penjara adalah duka Belenggu bagi kebebasan Dimana mereka diperlakukan bagai kaum yang tak mengenal Tuhan Tapi selalu ada setitik cahaya untuk insan manusia Di penjara dia bertemu dengan orang orang senasib dan mereka melakukan berbagai kegiatan untuk menjaga kewarasan mereka Dalam suka dan duka mereka sempat mengadakan pertunjukan ketoprak membuat taman harnett beternak berlatih pencak silat belajar berbagai bahasaAku hampir menangis sewaktu ada cerita tentang seseorang bernama Mamiek Sumarmiyati yang didatangkan ke kamp tempat Mia Bustam ‘diamankan’ dengan keadaan shock Setiap tapol yang dianggap berhubungan dengan Gerwani PKI dan Pemuda Rakyat pasti telah melewati Jefferson sebuah perpustakaan dimana mereka diperiksa dengan kejam Mia Bustam beruntung karena diperiksa dengan baik baik Tapi yang lainnya? Ada yang diinjak injak hingga tulang punggungnya retak dan dia lumpuh untuk selamanya Ada yang lidahnya ditancapi pensil tajam yang diikat dengan kawat dialiri listrik hingga dia bisu Ada yang terlalu ngeri aku menuliskannya—siapa yang bisa melakukannya tanpa dia kehilangan kemanusiaannya? Mereka itu setanMbak Mamiek hanya menangis dan tidak mau bersuara apapun Ketika dokter yang bertugas di kamp itu memeriksanya dokter itu sampai mendesis “Binatang” Tapi tak semua petugas yang menjaga mereka berhati setan Toh ada saja yang membantu menyelundupkan makanan untuk Tapol ada yang membiarkan gerakan gerakan kecil tapol yang ingin kebebasan Mia sadar Kebanyakan dari mereka hanya prajurit kecil yang tidak bisa melakukan apa apa Membantu terang terangan pun akan dianggap sebagai pengkhianat negera insubordinat Merek berbagi perasaan dan humanisme yang sama bagaimana rasanya menjadi rakyat kecil yang dibungkamDipermainkan oleh emosi yang memuncak aku merasa hampir senang dengan cara yang aneh ketika Mia menuliskan bagaimana akhir para pelaku kejahatan itu Ada yang meninggal masuk jurang ada yang seminggu sekarat dengan penuh derita ada yang tangannya buntung karena tak sengaja kena ledakan Bersamaan dengan berakhirnya bab itu aku dengan segenap hati ikut membatinkan perasaan Mia yang tertulis dalam kata katanyaSering aku berpikir kapan giliran orang yang berdiri di belakang semua kejahatan itu Ya kapan?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *